Membahas Tentang Dunia Otomotif

Telisik Lebih Dalam Empat Varian Honda HR-V

Telisik Lebih Dalam Empat Varian Honda HR-V – Inilah Crossover paling lengkap. Honda HR-V┬ádibagi dalam empat varian utama. Rentang harga, kelengkapan fitur, serta pemanja mata begitu variatif dalam satu basis. Apalagi dapur pacu tersedia dalam dua opsi. Tapi yang jadi poin utama, ia bertabur perangkat keselamatan di atas rata-rata. Supaya tak bingung memilih, simak detail tiap variannya.

HR-V 1.5L S

Tipe entry level boleh disebut sejajar LSUV. Lantaran dari segi harga berdekatan. Mulai Rp 297 juta untuk tipe manual enam percepatan dan Rp 307,2 juta yang bertransmisi CVT. Masing-masing sudah dalam kondisi OTR Jakarta.

Baca juga : Honda bergerak berikan untuk para petugas medis akibat COVID19

Hanya pada varian S, Honda menyajikan dua opsi transmisi. Pas untuk konsumen yang gemar mengatur momentum pindah gigi sendiri, atau tak merasa butuh banyak fitur pemanja. Lagipula, tipe terendah tampaknya sanggup memenuhi kebutuhan fundamental. Utamanya soal safety.

Misal Hill Start Assist (HSA), menjadi standar tanpa melihat kasta. Komputasi semacam ini cukup penting, guna menjaga momentum, saat hendak melaju di tanjakan. Bahkan Vehicle Stability Assist (VSA), juga senantiasa meminimalisir risiko oversteer atau understeer. Alias menjaga laju mobil tetap stabil. Kita tahu, dua perangkat tadi agak jarang ditemukan pada mobil varian basis. Namun HR-V memilikinya.

Dual Front SRS Airbag menjadi bagian dalam paket. Berikut sabuk pengaman tiga titik di baris depan dan belakang. Plus, sensor pengingat jika pengemudi lupa memasang seat belt. Kursi belakang juga ramah anak kecil. Child seat buah hati Anda bisa dikaitkan dengan sempurna, karena sudah memenuhi spesifikasi ISOFIX.

Satu lagi, keempat roda dibekali rem cakram dengan sensor Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake Distribution (EBD), serta Brake Assist (BA). Padanan ini tentu meminimalisir risiko ban terkunci, saat pengereman keras. Dari sudut pandang safety, rasanya begitu lengkap.

Tunggu dulu. Jangan kira karena trim terendah, kontrol di konsol tengah dibiarkan konvensional. Baik tipe S manual dan otomatis, tetap kebagian rem parkir elektronik. Tak ketinggalan tombol brake hold, memanjakan kaki supaya tidak pegal menginjak rem, saat di kemacetan. Pengaturan posisi kemudi pun mudah dipersonalisasi, berkat tilt dan telescopic steering.

Baru jika bicara sistem hiburan dan pemanja kabin, terlihat bedanya. Head unit touch screen 6,2 inci tak secanggih varian atas. Format yang bisa dibaca standar, seperti Radio, CD/DVD, MP3, USB, AUX, serta Bluetooth. Terjemahan suara juga tanpa tweeter, sebatas speaker saja. Untung, pada generasi sekarang sudah dibubuhi audio steering switch.

Masih di dashboard tengah, tampak pengaturan suhu kabin mengandalkan kenop. Bukan digital nan futuristik. Heater pun absen pada seri ini. Tapi soal pengaturan arah semburan angin, hingga defogger depan belakang, lengkap tersedia. Di samping itu, pengaturan kaca spion dan retract elektrik, serta kunci immobilizer, turut menjadi fasilitas bawaan.

Terakhir mengenai identitasnya. Dari kabin, bisa dikenali lewat nuansa serba hitam, sekaligus dibalut bahan fabric. Kemudi juga belum berlapis kulit. Sementara dari tampilan luar, pelek alloy lima palang sewarna merupakan pembeda utama. Dilanjut lampu depan proyektor, turut menjadi diferensiasi mencolok. Begitu juga sumber cahaya halogen, baik di headlight maupun fog lamp. Kalau di belakang, stop lamp sudah LED.

HR-V 1.5L E CVT

Varian E berada satu kelas di atas. Apa yang dimiliki tipe S tentu menjadi fitur dasar di sini. Tapi dengan tambahan berbagai perangkat pemanja serta aksesori. Mengingat banderolnya mencapai Rp 331,2 juta, selisih cukup jauh.

Paling terasa di kabin. Tak bakal ditemukan lagi anak kunci. Menyalakan mesin cukup menekan tombol. Sistem smart key ini sekaligus pula bekerja, saat hendak masuk mobil. Alias keyless entry. Fitur yang sekarang kerap jadi tuntutan konsumen.

Sistem hiburan makin lengkap. Display layar sentuh 8 inci sanggup membaca koneksi HDMI, begitu juga koneksi langsung ke gawai. Namun bagi pengguna iPhone, dibutuhkan kabel tambahan supaya bisa mirroring. Output suara pun pastinya lebih jernih, berkat dipasangkan tweeter. Dan satu lagi, monitor menampilkan visual kamera belakang saat mundur. Memudahkan proses parkir.

Dashboard tengah tak luput dari revisi. Kenop-kenop AC ditanggalkan. Perannya digantikan layar digital. Seluruh pengaturan suhu melalui sentuhan tangan. Membuat nuansa interior makin modern. Ditambah, sebagian jok dan beberapa titik panel berbalut kulit nan mewah.

Kian menyenangkan, di balik kemudi tersedia paddle shift. Ya, meski bertransmisi CVT, paling tidak komputer bakal menyesuaikan putaran mesin sesuai keinginan Anda. Dan saat mau bersantai di jalan lurus, cruise control siap sedia menahan laju statis.

Eksterior tak jauh berbeda. Model pelek saja berubah. Menjadi lima palang simetris dengan dua tema warna. Sementara teknologi lampu dan sisanya, kurang lebih serupa.

HR-V 1.5L E CVT Special Edition

Berikutnya tersedia varian E CVT Special Edition. Ia merupakan opsi teranyar line-up HR-V, untuk menjawab konsumen yang ingin mencicipi sedikit perlengkapan Prestige, tanpa harus keluar dana banyak. Banderolnya diset Rp 348,3 juta OTR Jakarta, selisih Rp 17 jutaan dari seri E standar.

Paling kentara tatapan matanya. Tak ada lagi proyektor halogen, semua diganti deretan LED nan futuristik. Lengkap dengan Daytime Running Light. Lampu kabut ikut ditukar juga dengan model LED bar horizontal. Selain soal estetika, pancaran cahaya makin optimal. Apalagi sudah dilengkapi auto leveling headlight.

Fasilitas dalam kabin sebetulnya tak berbeda. Tapi khusus di seri SE, seluruh permukaan jok sudah dilapis kulit. Bagian detail semacam palang kemudi, tuas transmisi, sampai door lining pun terbungkus rapi bahan kulit. Nuansanya lebih mewah.

HR-V 1.8L Prestige

Nah, lain cerita dengan Prestige. Meski sosoknya serupa, sumber tenaga diprakarsai mesin 1.8-liter yang tentu lebih kuat. Unsur safety serta pemanja mata pun turut dituangkan. Sangat wajar nilai jualnya jauh berbeda dari seri lain, mencapai Rp 415,7 juta OTR Jakarta.

Satu hal yang paling jadi ciri khas, ditempel panoramic sunroof superbesar. Dari baris depan ke belakang kebagian cahaya matahari. Membuat suasana kabin lebih cerah, sekaligus juga mewah. Berpadu pula dengan tema interior dua warna, Black-Ivory. Sesuatu yang jarang ada di kelasnya.

Aspek keamanan tak luput ditambahkan. Belum cukup dengan dua kantong udara, Prestige menyembunyikan enam buah airbag. Melindungi hampir segala sisi penumpang dari risiko benturan. Selain itu, hanya menyoal identitas. Seperti pelek, spoiler bawah sewarna bodi dan custom exhaust pipe finisher.

Data Teknis

Untuk varian 1.5-liter semuanya seragam. Berkonfigurasi empat silinder segaris 16-valve PGM-FI, dengan daya maksimal 120 PS/6.600 rpm serta torsi 145 Nm/4.600 rpm. Lantas tipe yang berukuran besar, mengusung dapur pacu sejenis, namun volume silinder berkapasitas 1.8-liter. Tentu, catatan output lebih impresif, 139 PS/6.500 rpm serta torsi 169 Nm/4.300 rpm.

Next Post

Previous Post

© 2020 OTOMOTIF

Theme by Anders Norén