Membahas Tentang Dunia Otomotif

Polisi Enggak Bisa Dibohongi, Ngaku SIM Hilang Tapi Aslinya Mati Ketahuan, Ini Rahasianya

Polisi Enggak Bisa Dibohongi, Ngaku SIM Hilang Tapi Aslinya Mati Ketahuan, Ini Rahasianya – Surat Izin Mengemudi (SIM) menjadi syarat wajib ketika mengendarai kendaraan bermotor.

Baca juga : Quick Shifter Universal Bisa Buat Motor Karbu dan Injeksi, Bisa Atur Sensitifitas, Cuma Rp 1 Jutaan

Nah, kerap kali ada masyarakat yang ngaku-ngaku kalau SIM-nya hilang tapi padahal masa berlakunya sudah habis alias mati.

Alasan itu kerap kali dijadikan tameng agar bisa mendapatkan SIM baru tanpa ikut ujian tertulis dan praktik.

Sebab, penerbitan SIM baru yang hilang meski sama dengan pembuatan baru tapi tidak melalui ujian tertulis dan praktik.

Tapi wajib melampirkan surat kehilangan dari kepolisian setempat.

Agar tak dibohongi, polisi punya rahasia agar tahu apakah SIM benar hilang dengan mengetahui masih aktif atau tidak.

Kasi SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, AKP Agung Permana membeberkan caranya.

“Kita punya data base. Nanti bisa dicek melalui NIK KTP. Ketika muncul di Komputer semua datanya terlihat disitu, mau yang SIM masih hidup ataupun SIM yang mati,” kata AKP Agung Permana,

“Karena Kita patokannya adalah NIK KTP, bukan NIK SIM. Jadi ketika NIK-nya tidak ketemu juga kita cari lewat nama,” bebernya.

“Sebenarnya bisa saja pakai NIK SIM, namun jika fotokopinya tidak ada akan sangat sulit, untuk itu kita pakai NIK KTP,” sambungnya lagi.

Sekedar informasi, surat kehilangan dari pihak kepolisian wajib hukumnya saat ingin mengurus SIM hilang.

Kemudian mengurusnya ke Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) dengan membawa surat laporan kehilangan.

Untuk diketahui, SIM sendiri diterbitkan oleh Kepolisian Republik Indonesia, dan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 7 Ayat 1 yang mengatakan bahwa setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memiliki surat izin mengemudi sesuai jenis kendaraannya.

 

Next Post

Previous Post

© 2021 OTOMOTIF

Theme by Anders Norén