Membahas Tentang Dunia Otomotif

kus Garap Mobil Elektrik, Porsche Tak Berniat Tinggalkan Model Konvensional

kus Garap Mobil Elektrik, Porsche Tak Berniat Tinggalkan Model Konvensional – Porsche menaruh perhatian khusus pada kendaraan elektrifikasi. Buktinya ada pada model perdana Taycan. Memakai platform J1 yang tak berbagi dengan lini lain. Tak berhenti di situ, Porsche pun tengah mempersiapkan produk baru lagi. tak cuma satu, tapi ada dua.

Baca juga : Daihatsu Gencar Dagang Online

Adapun model pertama disebut Cross Turismo. Berwujud estate atau wagon yang desainnya mirip Taycan, lantaran mobil itu mengaplikasikan basis yang sama. Menurut Mayk Wienkoetter, Spokesperson E-Mobility & Model Line Taycan saat Online Technology Talk Porsche, pihaknya masih mengembangkannya, dengan perkiraan waktu pengenalan tahun depan pada kuartal pertama.

Kabar paling menggembirakan datang dari model Macan. SUV Porsche terlaris ini segera dielektrifikasi juga. Namun, unitnya tidak sama dengan versi peminum bahan bakar fosil. Memakai platform yang dipakai berbeda, disebut PPE atau Premium Platform Electric, hasil pengembangan bersama Audi. Pada dasarnya PPE merupakan pengembangan dari J1, yang mampu mengakomodasi mobil berukuran sedang dan besar.

Teknologi yang dibenamkan pada Taycan pun akan disematkan ke Macan. Terutama soal sumber daya. Porsche diketahui memilih baterai 800 volt ketimbang 400 volt. Menghasilkan bobot lebih ringan, kompak, berperforma tinggi, sekaligus kompatibel dengan fast charging 350 kW. Kecepatan pengisian daya menjadi keunggulannya. Sebagai informasi, Taycan membutuhkan waktu sekitar 22,5 menit untuk mengisi baterai dari posisi 5% sampai 80%, menggunakan charging DC 270 kW.

“Lini berikutnya adalah Macan. Jadi generasi berikutnya akan full elektrik dengan memakai platform PPE dan berteknologi 800 volt,” jelas Mayk.

Walau terlihat begitu fokus terhadap elektrifikasi, bukan berarti Porsche akan membunuh keinginannya membuat kendaraan bermesin konvensional. Mereka tetap berpedoman pada strategi tiga pilar: Internal Combustion Engine (ICE), hybrid dan elektrik sepenuhnya.

“Kami punya strategi yang jelas, disebut tiga pilar. Terdiri dari kendaraan bermesin pembakaran internal, hybrid dan pure elektrik. Artinya kami akan terus menawarkan mobil konvensional yang sangat emosional, seperti GT3 RS atau GT2 RS. Dan idealnya ini bertransmisi manual. Namun, unit-unit itu tetap harus dibuat lebih efisien tentunya,” jelas Mayk.

Ini artinya, Macan yang dielektrifikasi bakal tetap memiliki opsi jantung mekanis bersilinder. Tentu dengan peningkatan performa guna membuatnya lebih ramah lingkungan. Wajar Porsche mengambil langkah itu. Mengingat masyarakat dunia masih menaruh minat besar terhadap model mesin pembakaran konvensional.

“Karena masih ada pasar yang cukup tinggi terhadap mesin pembakaran. Kami akan terus membuat model yang ada, sekaligus EV di saat bersamaan,” terangnya.

Next Post

Previous Post

© 2020 OTOMOTIF

Theme by Anders Norén